relawan dalam perang

5 Orang yang Tidak Boleh Dibunuh dalam Kondisi Perang Sekalipun

relawan dalam perang
relawan dalam perang

Menurut Agen Judi Bola Terbaik dunia sedang dirundung duka. Seorang perawat wanita Palestina mempunyai nama Razan al-Najjar, ditembak oleh tentara Israel saat berjuang menjangkau korban kerusuhan di jalur Gaza. Menurut sejumlah saksi, Razan saat tersebut sudah mengenakan jas putih, tanda bila ia ialah tenaga medis yang bertugas. Ia pun sudah mengusung tangan tinggi-tinggi, seolahmohon diberi masa-masa untuk membantu korban yang terluka. Tapi tentara zionis Israel tak peduli dan tetap menembak wanita 21 tahun itu. Walau sempat diberi bantuan medis, nyawa Razan tetap tidak tertolong.

Memang, seluruh orang barangkali tahu gimana berkecamuknya kondisi dansituasi saat perang berlangsung, sampai siapapun sangat barangkali kehilangan nyawa. Bayangin aja, peluru dan bom dimana-mana, belum lagi teriakan orang-orang dan anak kecil yang berdarah-darah, menambah barisan potret mencekam dari suatu perang. Meskipun jelas kondisi perang tentu genting, tapi setiap pihak yang berselisih mesti mematuhi hukum yangmenata soal pertempuran ini lho, salah satunya Konvensi Jenewa 1949.

Di dalamnya jelas menyinggung bahwa terdapat pihak-pihak yang jangan dibunuh sekalipun dalam zona perang. Siapa saja mereka?

1. Berkaca dari kejadian kemarin, agaknya tentara Israel patut mendapat hukuman sebab melanggar hukum internasional yang menyinggung larangan membunuh kesebelasan medis yang bertugas
Berdasarkan keterangan dari Konvensi Jenewa 1949, kesebelasan medis yang bertugas, laksana dokter, perawat, jururawat, dan pembawa usungan,jangan dilukai, lagipula dibunuh. Mereka punya hak menjalankan tugas profesi yang ditata dalam konvensi tersebut, sampai-sampai jelas aturannya bila petugas medis ini mesti dibentengi di lokasi perang. Tapi sayang, masih tidak sedikit negara yang tidak mengindahkan aturan ini, salah satunya Israel, yang terang-terangan menembak perawat ketika sedang bertugas, Razan, Jumat (1/6) lalu.

Bahkan, mereka yang tugasnya menyokong pekerjaan tenaga medis, laksana administrator, pengemudi, sampai juru masak di pos-pos kesehatan pun tidak boleh dilukai atau dibunuh. Aturannya jelas, terdapat di Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 Konvensi Jenewa.

2. Tidak melulu petugas medis, wartawan yang meliput perang dimana punpun mendapat perlindungan hukum. Jadi jangan asal dilukai, lagipula dibunuh
Tidak tidak banyak kita tahu berita soal penyanderaan atau pembunuhan wartawan di medan perang. Israel, lagi-lagi disorot karena tidak sedikit menyerang wartawan atau jurnalis Palestina yang bertugas di lapangan. Entah telah berapa puluh wartawan yang kehilangan nyawa. Padahal wartawan, jurnalis, reporter, tergolong mereka yang mendapat perlindungan hukum dalam Konvensi Jenewa 1949. Menyandera saja dikecam, lagipula sampai membunuh.

3. Pun dengan penduduk sipil yang bermukim di tempat sekitar konflik. Mereka otomatis dibentengi secara hukum. Aturannya pun udah jelas lho
Perlindungan terhadap penduduk sipil dan orang-orang yang tidak bersalahpun disebut dalam hukum humaniter tepatnya Pasal 27 Konvensi IV 1949. Mereka dibentengi karena tergolong pihak lemah dan menderita dampak peperangan berkecamuk di lingkungannya. Mirisnya walau sudah terdapat larangan, mereka tetap kerap dijadikan sasaran kekerasan dengan sekian banyak tuduhan yang dibuat-buat, entah disandera, diperkosa, atau dibunuh.

4. Bahkan kombatan atau tentara yang telah terluka, sebetulnya dilarangguna dibunuh. Meski jelas dia dari pihak lawan
Secara umum, perang biasanya terjadi dan melibatkan angkatan bersenjata dari pihak atau negara A dan B. Sekalipun semua angkatan ini telah bersenjata lengkap, menciptakan mereka sah dijadikan korban perang, tapibila mereka terluka, sakit, atau telah menempatkan senjata, pihak musuhpun tidak diizinkan membunuhnya. Meski sama-sama berseteru, setiap dari mereka pun punya hak asasi insan yang jangan sembarang orang merenggutnya.

5. Di samping itu, anggota kesatuan yang bertanggung jawab atas kesejahteraan angkatan bersenjata pun tidak boleh dibunuh andai merekaterdapat di lokasi konflik
Anggota kesatuan ini tergolong mereka yang sedang di luar organisasi angkatan bersenjata, tapi sebetulnya bertanggung jawab terhadap kesejahteraan angkatan bersenjata. Jika mereka sedang di zona perang, haram hukumnya guna dilukai atau dibunuh. Pihak-pihak yang bertikaimesti sepakat mengayomi mereka dan memperlakukan secara manusiawi.

Sebagaimana tidak sedikit peraturan yang dibuat, soal hukum perang inipun pada prakteknya masih tidak sedikit sekali dilanggar. Kasus Razan di atas hanya jadi 1 dari tidak sedikit kasus serupa tentang durjana perang. Saat ini, informasinya militer Israel berjanji bakal mengusut pembunuhan terang-terangan yang dirasakan Razan itu. Ya, anda tunggu aja, semoga hukum internasional benar-benar dapat mengusut permasalahan ini secara tuntas, supaya tidak terdapat orang tak bersalah beda yangdarurat meregang nyawa di tanah perang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *